Memahami dan Mengenal IC program TV (bagian 1: HARDWARE DAN SOFTWARE)

Memahami dan Mengenal IC program TV (bagian 1: HARDWARE DAN SOFTWARE)

Dalam hal bagaimana mengakses fungsi-fungsi setting dalam TV (channel, volume, brightness, color dan lain-lain). Dimulai dari menggunakan knop, menggunakan rangkaian digital yang super besaaar, menggunakan chip/ic program statis, hingga akhirnya menggunakan microcontroller yang dapat diprogram. Microcontroller/microprosesor mempunyai port-port yang dapat diprogram.

Software/firmware dibuat kemudian diisikan/diprogramkan ke microprosesor. Software yang diprogramkan menyebabkan microprosesor dapat berfungsi seperti yang diharapkan oleh programmer. Seandainya microprosesor adalah sebuah mobil, software adalah pengemudinya, jadi mau dijalankan kemana mobilnya sangat tergantung dari pengemudinya.

Contoh berikut ini merupakan IC program yang dipakai oleh TV merk Sony, PCA84C640P-016. Seri microposesor IC ini adalah PCA84C640 (dalam PCA84Cxxx buatan Philips Semiconductor). Secara teknis, pabrik Sony membuat firmware/softwarenya, kemudian software tersebut diisikan/diprogramkan ke dalam PCA84C640, lalu oleh perusahaan IC tersebut diberi type PCA84C640P-016.

Karena software dapat merubah fungsi-fungsi dari port/pin pada sebuah microprosesor, maka kegunaan dari microprosesor tersebut sangat tergantung dari program/software yang diprogramkan. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut :

Jika diamati, pin yang tidak berubah fungsinya adalah pin VDD, VSS, TEST, XTAL1, XTAL2, V SYNC, H SYNC dan OSD OSC. Sedangkan pin-pin lainnya berubah fungsi. Perubahan fungsi ini memang diharapkan oleh programmer sehingga microprosesor dapat berfungsi secara unik/spesifik.

Ciri utama adanya program/software dapat terlihat dari nomor seri Icnya. Misalnya TV Sharp Universe dan Sharp Wonder yang menggunakan TDA9381, kalau dilihat sepintas, memang IC yang dipakai sama, tetapi kalau diperhatikan (pada bawah nomor seri) terdapat seri unik yaitu IX3410 (Wonder) dan IX3386 (Universe). Seri atau type tersebut digunakan untuk menandai software/program yang ada pada IC tersebut. Contoh lain adalah IC program TV Cina, banyak yang menggunakan LC863328B, tetapi, dibawah type terdapat nomor software 54Z4, 52Y2 dll.

Dengan kata lain, kemasannya sama tetapi isi berbeda. Misalnya LC863328B-54Z4 diganti dengan LC863328B-52Y2 jelas tidak bisa, karena pin-pin IC program/microprosesor fungsinya bisa berubah tergantung software yang diprogramkan.

PIN-PIN PADA MICROPROSESOR

Secara umum, microprosesor mempunyai pin-pin/port-port yang secara berfungsi sebagai :

— ADC (Analog To Digital) adalah pin/kaki/port yang berfungsi input, inputnya berupa tegangan variabel (berubah-ubah) yang kemudian diterjemahkan kedalam bilangan digital, bilangan tersebut diproses. Sering juga pin ini dinamakan PWM input.

— DAC (Analog to Digital) adalah pin/kaki/port yang berfungsi sebagai output, fungsinya adalah mengkonversi bilangan digital kedalam tegangan analog. Sering juga pin ini dinamakan PWM output.

— Logical Port adalah pin/kaki/port yang berfungsi sebagai input/output, port ini hanya mengenal 2 kondisi yaitu logika Hi (pada umumnya tegangannya VDD-0,5 volt) dan logika Lo (0 volt).

— Pin-pin fungsi khusus VDD, VSS, RESET, XTAL, TEST dan lain-lain (kalo diulas bisa kepanjangan).

FASILITAS-FASILITAS DASAR MICROPROSESOR

Seperti halnya komputer, microprosesor adalah versi micro-nya komputer. Dalam IC tersebut terdapat (dalam bentuk hardware internal) :

— CPU adalah prosesor utama dalam ic, beberapa jenisnya antara lain 51, 68, AVR dan lain-lain.

— ROM (Read Only Memory=memori hanya dibaca) adalah memori tempat software diprogramkan, jenis-jenis ROM terdiri dari 1. Masked ROM (diprogram ketika ic dibuat, tidak dapat dihapus); 2. Flash ROM (dapat diprogram ulang, dapat dihapus); 3. OTP (one time programming=hanya bisa diprogram satu kali, setelahnya gak bisa dihapus).

— RAM adalah memory yang digunakan untuk menyimpan data-data sementara selama microprosesor berfungsi.

— I/O input/output port, berfungsi sebagai interface untuk berinteraksi dengan peralatan/perangkat lain (pemakai atau ic lainnya).

SOFTWARE

Sebelum software dapat diprogramkan kedalam ic, software mengalami beberapa tahap, antara lain :

— Pembuatan software/scripting yaitu software disusun dengan bahasa yang dapat dipahami oleh manusia.

— Program disimulasikan, tujuan utama simulasi adalah untuk mengetahui proses seandainya program tersebut sudah diprogramkan ke dalam microprosesor.

— Kompilasi, yaitu proses menterjemahkan scrip/program kedalam bahasa mesin yang dipilih (misalnya 51, 68, AVR dan lain-lain), setelah program dikompilasi, program hanya diketahui oleh mesin.

— Program hasil kompilasi diprogramkan ke dalam microprosesor.

bersambung ke artikel Memahami dan Mengenal IC program TV (bagian 2: BUS DAN FUNGSI SPESIFIK PIN/PORT)

Pos ini dipublikasikan di service tv. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s